Tanam
padi adalah proses awal dari budidaya tanaman padi. Proses tanam pada umumnya
menggunakan tenaga kerja konvensional, yaitu menancapkan benih padi kedalam
lumpur / tanah dihamparan sawah. Sehingga ,emggunakan tenaga yang banyak dan
waktu yang lama sehingga biaya yang dikeluarkan jauh lebih banyak dan tidak
bisa menghemat waktu.
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Desember 2015
Selasa, 08 Desember 2015
HAZTON Tingkatkan Produktivitas Padi di Kalbar
Teknologi HAZTON merupakan teknologi yang menggunakan sistem penanaman dengan 20-30 bibit per lubang tanam. Hal tersebut telah terbukti efisien dan ekonomis dengan pertamabahn hasil yang dapat mencapai angka 10080 bulir gabah per rumpun.
Munculnya teknologi Hazton berawal dari pengamatan di lapangan, bahwa para petani Kalbar yang menanam padi melakukannya dengan cara menggunakan 1 – 3 bibit per lubang tanam, menghasilkan dalam satu rumpun padi 10 – 20 anakan vegetatif dan pada masa generatif menghasilkan 10 – 15 anakan produktif dengan produksi padi sekitar 3 – 4 ton/ha. Selanjutnya dilakukan perkembangan percobaan hingga menemukan
Jumat, 04 Desember 2015
TANAM SEBAR, INOVASI MENINGKATKAN PRODUKSI PADI
Senin, 23 November 2015
Padi Nuklir hasil Teknologi Iridasi
20 varietas padi dengan sebutan Padi Nuklir telah berhasil diciptakan oleh BATAN, Badan Tenaga Nuklir Nasional. Varietas padi unggul ini dikembangkan melalui teknologi nuklir dengan penerapan teknologi isotop dan radiasi. Varietas-varietas padi nuklir unggul ini memiliki keunggulan berupa umur produksi yang lebih singkat, kuantitas panen yang tinggi melebihi normal, dan tidak mudahnya rontok oleh serangan-serangan hama.
"Di tengah kondisi Indonesia yang sedang dilanda banyak bencana, teknologi nuklir menjanjikan hasil yang baik untuk mengatasi persoalan gagal panen padi," kata Sofrizal, Peneliti Kepala pada Kelompok Pemuliaan Tanaman untuk padi di BATAN.
Salah satu varietas yang mulai dikejar-kejar petani adalah varietas
Jumat, 20 November 2015
Permasalahan Impor Beras di Indonesia
Indonesia
merupakan Negara produsen beras nomor tiga setelah Cina dan India, dengan
produksi padi nasional pada tahun 2008 sekitar 60,28 juta ton, tetapi pada
kenyataannya Indonesia masih tetap melakukan impor beras dan merupakan
pengimpor beras terbesar, dan ini terjadi hampir setiap tahun, misalnya pada
tahun 1999 impor beras Indonesia mendekati 5 juta ton. Faktor yang menyebabkan
Indonesia masih impor beras diantaranya telah dibahas pada artikel sebelumnya.
Selain faktor yang telah dibahas di artikel sebelumnya ada juga beberapa faktor
yang menyebabkan impor beras diantaranya ialah :
Kamis, 19 November 2015
Pertanian di Indonesia Masih Mengalami Masalah Klasik
Sektor
pertanian di Indonesia saat ini masih menghadapi masalah klasik untuk dapat
meningkatkan produktivitas beras nasional. Setidaknya ada dua persoalan klasik
yang dihadapi sertor pertanian. Yang pertama konversi lahan yang sudah
dijelaskan sebelumnya, yang kedua kecenderungan generasi muda di pedesaan yang
tidak lagi tertarik ikut dalam kegiatan pertanian padi karena dianggap kurang
menarik.
Hal
itu sangat disayangkan karena faktanya hampir
Langganan:
Postingan (Atom)





